Hati yang baru

Kamis, 12 Juli 2012..
Ketika terbangun dari tidurku, udara dingin menyelimuti seluruh ragaku.. aku merasakan dingin yang amat menggigil setiap aku bangun subuh-subuh, entah karena udaranya memang dingin atau hatiku yang berubah "dingin". Enggan untuk bangun dan mandi sebenarnya, tapi aku punya tanggung jawab yang harus aku tunaikan setiap harinya, pergi bekerja..
Saat aku dalam keadaan yang rapuh, ketika akang bilang jangan menghubungi akang untuk beberapa saat, firasatku bilang kalau ini tidak akan bagus (dan memang seperti itulah kenyataannya).. seketika aku drop,, aku bolos kerja dua hari.. hanya untuk menenangkan diri, karena jujur saja aku katakan, saat itu aku tidak punya kekuatan untuk pergi kerja, apalagi keluar rumah.. aku hanya berdiam diri dikamar dan menangis sampai mataku bengkak (mungkin ini yang namanya frustasi). Aku ingin berjalan diderasnya hujan, agar tidak ada yang tahu jika aku sedang menangis..
Kemudian papa menasehatiku, "jangan lalaikan tanggung jawab, berhentilah menyesali diri, tidak perlu berkecil hati, sudah saatnya teteh kerja. Pasti kerjaan udah numpuk kalau lama-lama ditinggal, anggaplah bekerja itu sebagai hiburan, kan mama gak pernah minta teteh buat bantuin soal financial, tidak menuntut teteh buat ngasih ke mama setiap bulannya. Teteh masih muda, masih banyak kok yang lebih baik diluar sana.. mungkin kali ini belum waktunya teteh, sudahlah .. tak perlu sedih berlarut-larut."
Dan akhirnya dengan sangat terpaksa aku putuskan untuk kembali bekerja keesokan harinya, dua hari sudah cukup untuk mengasihani diri, sekarang aku harus bisa hadapi ini, aku pasti bisa..!!
Papa benar, ditempat kerja sedikit banyak aku terhibur oleh tingkah laku anak-anak operator yang suka bercanda, kelakuan supervisorku yang konyol juga kadang membuatku tersenyum (belum bisa tertawa).
Aku bertanya kepada abangku dikantor,, "Abang.. obatnya sakit hati apa?" lalu beliau menjawab "Sakit hati karena apa? kalo karena patah hati, obatnya gampang.. Kau cari hati yang baru yang bisa nyambungin "patah"nya hati ade, cari cowok baru..hahaha". Kemudian aku jawab "itu gak mudah bang,, sulit rasanya.. sampai sekarang pun rasa sakitnya masih membekas, entah sampai kapan bisa hilang.." kemudian beliau berkata.. "nah itu dia persoalannya, mindset de wina harus bisa berubah, tapi abang maklum sih ya.. karena wina berangkat jalanin hubungan yang lalu udah gede harapannya, bukan mau salahin kmu ya de.. tapi seingat abang, abang pernah nasehatin kan ya..tapi itu sudah lewat gak usah disesali". 
Perkataan abang sebenarnya bukan membuat aku tenang, malah membuat dadaku sesak karena menahan tangis, tapi ya sudahlah.. Apa dengan menangis saja bisa bikin keadaan balik seperti semula? gak akan wina.. kamu harus sadar itu..!!

Ternak Teri

Sepi.... 
seperti itulah perasaanku sekarang, setiap harinya.. memang tidak mudah tiba-tiba ditinggal begitu saja oleh orang yang tadinya sangat berarti dalam hidupmu, yang selalu memberi warna setiap harinya, memberikan semangat walaupun hanya dengan membayangkan senyumannya. Tapi sudahlah,, mau sampai kapan aku seperti ini? belum tentu dia disana peduli atas apa yang aku rasakan sekarang..
Selintas aku mendengar Mba Nia berkata "TerNak TerI" .. aku penasaran,, lalu aku tanya apa mba ni? Rupanya mba nia membaca status BBM suaminya yang berbunyi TerNak TerI,, artinya nganTer aNak, nganTer Isteri.. hehehe, alangkah bahagianya mereka, setiap hari berkegiatan bersama, mulai dengan mengantar si kecil sekolah kemudian mengantar isteri bekerja, dan suami pun pergi bekerja setelah mengantar sang isteri..
Membuat aku iri,, kemudian aku menoleh ke arah silvy.. dia sedang duduk gelisah karena kemacetan yang lumayan panjang saat pulang kerja.. saat aku tanya kenapa dia gelisah seperti itu? rupanya silvy cemas, karena dia sudah membeli tiket bioskop untuk nonton bareng suaminya, dan rupanya acara nontonnya dimulai pukul 18:30,, sementara pukul 18:20 kami masih terjebak macet di dalam tol baros menuju exit tol moh. toha.. sungguh mereka selalu menikmati setiap detik "moment" kebersamaan mereka dengan keluarga dan pasangannya.. aku pun makin iri,, kira-kira kapan giliranku??
Mengutip kata-kata dari seorang sahabat,, "When GOD takes something away from your GRASP, GOD is not punishing you but merely emptying your hand to receive something BETTER .." kata-kata itu terus kuulangi setiap hari, agar dapat sedikit meredakan rasa sakitku.. Biarkanlah Tuhan bekerja dengan cara-Nya, yang perlu ku lakukan adalah "Percaya" bahwa nanti akan tiba saatnya untukku.

10 juli 2012


-


Sendiri sendiri ku diam, diam dan merenung
Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti, berhenti mencoba
Mencoba bertahan, bertahan untuk terus bersamaku
Ku berlari, kau terdiam, ku menangis, kau tersenyum
Ku berduka, kau bahagia, ku pergi, kau kembali
Ku mencoba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu

Bayangkan bayangkan ku hilang, hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untukku rindukan

Ku berlari, kau terdiam, ku menangis, kau tersenyum
Ku berduka, kau bahagia, ku pergi, kau kembali
Ku mencoba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
Kini harusnya kita coba saling melupakan
Lupakan kita pernah bersama

Ku berlari, kau terdiam, ku menangis, kau tersenyum
Ku berduka, kau bahagia, ku pergi, kau kembali
Ku mencoba meraih mimpi, kau coba tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu ..."

lagu itu  mungkin mewakili apa yang aku rasakan sekarang.. 
aku berusaha untuk kuat, tegar.. tapi ternyata berat banget .. 
more than i can imagine. it's hurts..  i have no strenght, i lost my faith..
Entah apa yang akang rasakan sekarang? mungkinkah dia sedang tersenyum melihat
penderitaanku, melihat kesedihanku, apakah akang puas?? 
ingin rasanya ade, meminta pertanggung jawabanmu akang, atas apa yang terjadi. atas semua yang ade rasakan sekarang, apakah akang bisa merasakan apa yang sedang ade alami sekarang? i doubt..